Sabtu, 10 Maret 2012

Sistem kerja idsurvei.com

Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menyebarkan formulir survei singkat ini. Setiap survei yang datang dari link Anda, akan kami bayar Rp 2.000,00. Tidak ada batasan berapa data yang dapat Anda hasilkan perhari. Agar lebih jelas, lihat ilustrasi dibawah ini:



Bagi anda yang sedang mencari peluang online bisnis baru kami coba tawarkan bisnis yang menjanjikan saat ini. Bisnis ini bukan lah penipuan karena saya sendiri telah merasakan hasilnya. Idsurvei merupakan program mengumpulkan data dari pengguna internet melalui survei singkat dan sederhana. Data-data hasil survei tersebut digunakan untuk menentukan target market yang tepat dalam berbisnis online.

Idsurvei bukanlah program member get member, sehingga pekerjaan Anda bukanlah mencari orang/member. Cukup dengan menyebarkan "Formulir Survei" saja, dan setiap formulir yang diisi oleh orang lain, Maka Rp 2.000,00 langsung masuk ke akun Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalankan petunjuk yang ada.

1. Bagaimana sistem kerja bisnis ini?
Jawab:
Cara kerja sistem ini sangat mudah, Namun mendatangkan keuntungan yang besar. Yang perlu anda lakukan hanyalah menyebarkan formulir survei sebanyak-banyaknya kepada pengguna internet. Tentang cara menyebarkan formulirnya telah kami jelaskan di member area. Formulir survei(daftar pertanyaan) telah dibuat pihak pengelola, Tugas Anda hanyalah menyebarkan formulir saja, bisa lewat facebook, twitter, dan lain-lain.

2. Apakah saya harus mencari member agar mendapatkan uang?
Jawab:
Anda tidak perlu mencari member untuk mendapatkan uang, Setiap survei Anda diisi, Maka Anda akan mendapatkan uang. Netter hanya perlu mengisi survei Anda saja, tanpa harus bergabung di bisnis ini.

3. Berapa uang yang akan saya dapatkan Apabila bergabung dibisnis ini?
Jawab:
Anda akan mendapatkan komisi sebanyak-banyaknya sesuai dengan semangat kerja Anda di bisnis ini. Setiap data survei yang Anda hasilkan, Rp 2.000,00 akan kami tambahkan ke akun Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalankan cara kerja sesuai yang kami jelaskan di member area.

4. Apakah pekerjaan yang saya lakukan dibatasi?
Jawab:
Tidak ada batasan berapa banyak survei yang Anda hasilkan, Artinya Anda akan mendapatkan komisi sebanyak mungkin sesuai pekerjaan Anda.

5. Bagaimana caranya agar komisi saya dapat dicairkan/ditransfer?
Jawab:
Komisi Anda akan kami cairkan/transfer setelah pendapatan anda mencapai minimal Rp 200.000,00 tepat pada tanggal 15 setiap bulan. Apabila pendapatan Anda belum mencapai Rp 200.000,00 pada tanggal 15, maka pendapatan anda akan kami akumulasikan dengan pendapatan anda di bulan berikutnya, dengan kata lain pendapatan Anda tidak akan hangus/hilang.

6. Untuk apa survei ini sebenarnya?
Jawab:
Banyak sekali perusahaan yang semula offline berubah haluan menjadi online, karena melihat pasar online lebih menjanjikan. Untuk menentukan langkah kedepan yang lebih baik maka mereka mau membayar data-data hasil survei tersebut.

7. Saya belum punya rekening, Apakah saya bisa bergabung?
Jawab:
Bisa, Anda dapat menggunakan rekening milik teman atau kerabat Anda untuk mengirim dan menerima pembayaran. Hal itu adalah menjadi hak Anda, Tugas kami hanya mentransfer pendapatan ke rekening pilihan Anda.

8. Bagaimana komisi saya dikirim, padahal dipendaftaran tidak diminta memasukkan nomor rekening?
Jawab:
Komisi Anda akan kami kirim ke rekening Anda, Data rekening dapat Anda update setelah keanggotaan Anda diaktifkan.


BUKTI PEMBAYARAN MEMBER






SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA DI SINI, KESEMPATAN TERBATAS

Selasa, 26 Juli 2011

Musibah Berbuah Anugrah


Oleh Fitri Rahmawati

Sekilas membaca judul tersebut mungkin akan terkesan seperti mengada-ada, atau bisa dianggap hanya sebagai kata-kata penghiburan semata. Tapi sesungguhnya, kalimat itu benar adanya. Setidaknya pernah dialami oleh orang yang kukenal.
Sebut saja namanya mba Risna (bukan nama sebenarnya).Kurang lebih, sudah hampir 3 tahun ia menikah dengan mas Ilham (juga bukan nama sebenarnya). Kehadiran seorang anak tentulah sangat diinginkan oleh keduanya. Keinginan itu sama kuatnya dengan rindunya mereka untuk menunaikan rukun Islam ke 5, menjadi tamu Allah di Baitullah.
Pada saat pengumuman nama calon jemaah haji, ternyata nama keduanya tidak tercantum. Pupuslah sudah harapan mereka untuk bisa pergi ke tanah suci saat itu. Meski demikian, mereka tetap bersyukur karena walaupun kerinduan untuk bisa menjadi tamu Allah tertunda, tapi keinginan mereka untuk memiliki keturunan, dikabulkan Allah.
Mba Risna saat itu memang sedang memasuki trimester kedua masa kehamilannya. Mba Risna dan Mas Ilham berpendapat, toh tidak semua hal yang kita inginkan itu bisa kita dapatkan. Syukuri saja apa yang ada, daripada menyesali yang tiada.
Tak ada seorangpun yang bisa menebak skenario Allah. Tak berapa lama kemudian, mba Risna mengalami musibah. Ia keguguran. Ia sempat stres, karena memang ia sangat menginginkan hadirnya buah hati di dalam kehidupan rumah tangganya. Mas Ilham dengan kesabarannya, senantiasa menghibur hati mba Risna, meski dalam hatinya, iapun merasakan kedukaan yang sama dengan istrinya. "Akan selalu ada hikmah dalam setiap musibah. Kita hanya perlu bersabar, menunggu Allah membukakan rahasiaNYA untuk hidup kita". Begitulah kalimat yang selalu diucapkan mas Ilham untuk membesarkan hati mba Risna.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "(Al Baqarah ayat 216)
Mungkin -pada awalnya- musibah itu terasa melukai hati keluarga mas Ilham. Tapi Allah selalu punya rencana indah untuk umatNYA. Sebulan setelah mba Risna mengalami keguguran, ternyata ada pengumuman penambahan quota haji untuk daerah mereka. Dan nama mereka berdua, termasuk didalamnya. Subhanallah. Ternyata itulah anugrah Allah untuk cobaan yang telah mereka lalui. Seandainya mba Risna tidak mengalami keguguran, sekalipun namanya keluar dalam quota haji yang pertama kali, tetap saja ia tidak bisa ikut, karena kehamilan mba Risna mengharuskannya banyak istirahat, dan terkadang ia harus bedrest.Sebuah musibah yang semula membuat hati berduka, ternyata tersembunyi anugrah yang luar biasa.
Begitulah Allah mengatur kehidupan hamba-hambaNYA. Hanya saja terkadang kita slalu terlambat untuk menarik hikmah dari setiap musibah, mengambil pelajaran dari setiap cobaan, atau memetik anugrah dari masalah-masalah yang kita hadapi. Kita terbawa emosi saat musibah itu datang menyapa. Sibuk bertanya....."mengapa ini terjadi padaku ya Allah, padahal aku slalu beribadah kepadaMU ...". Seolah kita adalah manusia yang tanpa cacat dosa hingga tak layak menerima cobaan dariNYA. Astaghfirullah.
Berbaik sangka lah kepada Allah terhadap apapun yang terjadi dalam hidup kita. Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah berfirman bahwa "AKU ini menurut prasangka hambaKU,dan AKU bersamanya selama dia ingat kepadaKU."
Biarkan Allah yang Maha Sempurna lagi Maha Mengetahui, yang mengatur apa yang terbaik untuk hidup kita. Semoga kita bisa menjadi umatNYA yang selalu menempatkan fase "berserah diri kepadaNYA", diatas fase ikhtiar kita. Amin.